Rabu, 29 Januari 2020

Sinau ala Kls 4 SDIT TOP KIDS


Krumput, Rabu 29 Januari 2019
"Memberikan pengalaman baru untuk  peserta didik dalam belajar,itulah Merdeka Belajar"

Pagi ini terlihat anak-anak kelas 4 SDIT TOP KIDS sangat bersemangat, alasannya karena mereka sudah tidak sabar untuk mengikuti outing class alias belajar di luar kelas yang berlokasi di
PT Perkebunan Nusantara IX Kebun Krumput.
Mereka sudah tidak sabar membayangkan pengalaman yang akan diperoleh..,,,,🀩 berhayal seperti film u*i* I*p*πŸ˜…
Nah...alasannya kenapa saya  memilih perkebunan karet,karena ternyata hanya sebagian kecil dari peserta didik yang tahu wujud asli dari pohon karet, sebagian besar mereka belum pernah melihatnya.apalagi tahu tentang pengolahannya..🀭
Atas dasar itulah saya memilih outing class wisata sains disana ,hal ini juga sangat sesuai dengan tema dan juga materi tentang SDA yang dapat diperbaharui di semester genap ini.
Pagi ini kami berangkat ke lokasi pukul 09.00 WIB dengan riang gembira πŸ€—
Sepanjang jalan anak-anak bercerita kadang sesekali bernyanyi sehingga perjalanan tidak terasa sudah sampai di lokasi tujuan.
Sesampainya disana kami disambut oleh pihak Perkebunan dan diperkenalkan dengan pegawai Yang akan menemani kami memandu perjalanan kami..
Pak Ibam bertugas menjelaskan tentang pohon karet mulai dari bibit penanaman sampai proses pengolahan dan pengepakan✍️πŸ€—
Berikut penjelasan selengkapnya yang di sampaikan oleh beliau..πŸ‘‡
Proses produksi PTPN IX Kebun Krumput.
Perlu diketahui pohon karet siap sadap setelah berumur 5 tahun ✍️πŸ‘Œ
Proses produksi sbb :
*Tahap awal*
Penyadapan:
1.Mulai sadap jam 04.00
2.Mulai pulung jam 11.00
3.Latek hasil penyadap ditimbang dengan timbangan gavimetri
4.Latek/getah karet dikumpulkan di TPH(tempat penampungan hasil)
*Tahap dua*
Pengangkutan:
1.Latek di TPH dicurah dgn tanki kendaraan truk.
2.Latek di tanki truk dibawa ke pabrik.
3.Sebelum masuk pabrik latek ditimbang dengan jembatan timbang(truk+latek)
4.Latek hasil timbang di curah diterima di pengolahan
*Tahap Tiga*
Pengolahan:
1.Latek diterima dimasukan kedalam bulking tank.diukur dalam balkingtank untuk pencampuran penentuan barang bahan pengolahan.
2.Latek yang sudah diukur dalam balking dialirkan di bak pembeku.
3.Proses pembekuan di bak di skat untuk menjadi bagian slab.
4.Proses 3 sd 4 jam pembekuan untuk digiling.
*Tahap Empat*
Penggilingan:
1.Lembaran slab bisa digiling setelah beku 3 sd 4 jam.
2.Slab digiling menjadi lembaran sheet.
3.Lembaran sheet di tata dalam lori untuk masuk dalam ruang kamar asap.
*Tahap Lima*
Pengasapan:
1.Lembaran sheet hasil giling yg sudah dilori masuk kamar asap selama 5 sd 6 hari.
*Tahap Enam*
Sortasi:
1.Hasil pengasapan sheet disortir.
2.Hasil sortir ditata dan dibungkus dalam bentuk kotak menjadi ball bandela.
3.Ditimbang awal
Gudang ball karet:
1.Bentuk ball karet bandela di labur dan (di cap SNI)
2.Bandela ditimbang dengan berat 113 kg masing- masing bandela.
3.Bandela siap kirim ke veem(pengapalan)
Nah... itu tadi penjelasannya sangat runtun kaan..,πŸ‘πŸ‘✍️
Setelah puas dengan penjelasan dari bapak Ibam,kami memutuskan untuk beristirahat sebentar.
Istirahat diisi dengan  minum dan makan snack,sebagian dari mereka ada juga yang berkejar-kejaran sebagian lagi ada yang menangkap belalang yang ada di perkebunan.🀩
Setelah dirasa cukup kami pamit dan melanjutkan perjalanan ke alun-alun Banyumas untuk menikmati makan siang bersama , sekaligus kami melaksanakan sholat berjamaah di masjid Sulaiman Banyumas..πŸ§•πŸ‘³
Untuk menguji kemampuan literasi numeriknya anak-anak kami berikan sangu dengan nominal sewajarnya Rp. 10.000 untuk berbelanja sendiri di Swalayan yang ada disekitar tempat kami beristirahat dan challenge menggunakan uang tersebut dengan baik dengan ketentuan memperoleh banyak Item  dengan sisa uang paling sedikit 🀭nah.. disinilah keseruan dimulai, anak- sangat antusias dengan challenge ini ..πŸ€—πŸ˜
Hasilnya bervariatif sebagian anak-anak memperoleh dua item saja dan uangnya sudah habis 😁ada dua orang anak yang berhasil memperoleh enam item dan uang hanya bersisa 200 rupiah ,πŸ‘πŸ‘πŸ‘kereeen banget kann..
Dari sini kita jadi tahu kemampuan anak-anak dalam mengelola uang dan berani dalam bersosialisasi dan mengambil keputusan.
Tepat pukul 13.00 kami kembali ke sekolah 😌😎
Sebelum ditanya di dalam angkot anak-anak sudah langsung mengungkap kan perasaan mereka hampir 97 % anak- anak menyukai perjalanan outing class Kali ini wπŸ€—πŸ€©πŸ˜mereka mengatakan "asyikk Miss walaupun sedikit capek 😘✍️"
Saya tanyakan alasannya apa bisa menyimpulkan asyik sebagian menjawab karena bisa mencoba banyak hal secara langsung mulai dari praktek sadap hingga belanja sendiri..note ✍️✍️✍️πŸ˜‰
#SDITTOPKIDS
#KLS4ANAKHEBAT
#OUTINGCLASS
#LEARNINGBYDOING
#MERDEKABELAJAR
 
Horeee I see..πŸ‘πŸ‘πŸ€—✍️

Suasana saat berbelanja sendiri
Perjalanan menuju lokasi 🀩
penjelasan tentang cara pengambilan latek ,✍️

Praktek langsung πŸ€—πŸ€©

Penyadap membawa hasil sadapan ✊
Tempat pengolahan hasil sadap latek,✍️😎
Lateks yang telah diolah menjadi sheet✍️🀩
Latek yang sdh siap menjadi sheet dan siiap di packing untuk di ekspor keluar negeri πŸ€©πŸ€—πŸ€—
Happy learning...I see ✍️✍️πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ€—πŸ˜
Refreshing sekaligus literasi numerik πŸ˜…πŸ€©

Jumat, 13 Desember 2019

*TOPKIDSNEWS*– Giving contribution to other atau berbagi kepada sesama menjadi semangat yang ditanamkan pada siswa-siswi SDIT Top Kids Sokaraja menjadi pribadi yang humanis dan berakhlak mulia.

Konsep ini pun sangat didukung penuh oleh para orangtua dalam pendidikan anak-anak.

Kolaborasi antara sekolah dengan orangtua pun makin terjalin dalam kegiatan berbagi kali ini dengan mengusung tema “Jum’at MeNaBung (Menebar Nasi Bungkus). Seluruh siswa SDIT Top Kids membawa Nasi bungkus yang telah disiapkan untuk berbagi.

Kegiatan kali ini, Jumat (13/12/2019) menjadi lebih meriah dengan keterlibatan personil dari Polsek Sokaraja yang bersama-sama  membagikan ratusan nasi bungkus kepada masyarakat sekitar Sokaraja di depan Kantor Polsek Sokaraja. Tidak hanya itu, siswa-siswi kelas VI membagikan nasi bungkus kepada para petani yang sedang memulai bercocok tanam.

Dengan wajah gembira dan tulus ikhlas, anak-anak membagikan nasi bungkus kepada masyarakat sekitar dan para petani yang menyambutnya dengan senyuman terima kasih.

 “Monggo bu/pak, untuk makan siang nanti nggih. Semoga makin membawa keberkahan untuk aktivitas bpk/ibu. Do’akan kami agar menjadi anak sholeh dan sholehah.” ucap Dafi, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan.

Anak-anak pun seperti tak menghiraukan terik matahari dan keringat yang mulai bercucuran saat merasakan indahnya berbagi.

Salah satu guru SDIT Top Kids, Farida Indriyani, S.Ag, mengatakan kegiatan berbagi ini telah menjadi kegiatan rutin setiap hari Jumat bersama perwakilan anggota komite sekolah dan orang tua siswa lainnya. “Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar dan meriah. Kurang lebih sekitar *184 nasi bungkus* dibagikan kepada masyarakat sekitar sokaraja.”

Farizal Rahman Saleh, Kepala SDIT Top Kids Sokaraja, menambahkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan agar anak terbiasa peduli, berbagi dengan tulus dan kasih sayang dengan hati ringan dan bahagia, juga senantiasa mensyukuri nikmat pada diri. Serta,  anak sekaligus mengetahui lebih dekat akan pentingnya dan indahnya berbagi kepada sesama. ( *farizal_rw* )

Foto bersama seluruh partisipan kegiatan Jumat Menabung dari kalangan siswa,guru,komite dan Jajaran personil Polsek Sokaraja.

Berbagi sarapan untuk seluruh pejalan yang melintas di depan Polsek Sokaraja dan di sekitar lingkungan Sekolah.
Siswa-siswi SDIT TOP KIDS dengan senyum ramah dan sangat antusias saat berbagi sarapan..#topkidshebat

Senin, 16 September 2019

Eyang Habibie sang Jenius


Rabu, 11 September 2019 20:15
"Teruntuk Eyang BJ Habibie "
Eyang Habibe lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 dan tutup usia pada tanggal 11 September 2019 . Setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit ternama sejak 1 September 2019.
Kilas balik tentang perjalanan hidup Eyang di dalam pemerintahan
Eyang adalah Presiden RI ke-3 dengan nama lengkap Prof. Dr. Ing. H. BJ Habibie, FREng
Eyang Habibe  merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek hanya 1 tahun 5 bulan dari tgl 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999😌
Uniknya lagi eyang Habibie merupakan satu-satunya Presiden yang berasal dari etnis Gorontalo, Sulawesi dari garis keturunan ayahnya yang berasal dari Kabila, Gorontalo dan etnis Jawa dari ibunya yang berasal dari Yogyakarta.
Semenjak remaja eyang Habibie sudah sangat suka dengan dunia
Aeronautika Eyang Habibie dijuluki "Mr Crack" karena keahlian bisa menghitung keretakan atau krack propagation pesawat.. 🀩
Kisah cinta sejati EyangπŸ‘΄πŸ‘΅
Kisah cinta almarhum Eyang Habibie dengan istirnya Hasri Ainun  menggambarkan kisah cinta sejati yang luar biasa bahkan kisah cinta Eyang di tuangkan kedalam layar lebar.. 😍
Bukti cinta sejati Eyang yang benar-benar buat terenyuh ketika Eyang Habibie berkata bahwa "takkan mengizinkan almarhumah Ainun dimakamkan di taman Pahlawan jika tidak disediakan juga kapling kosong untuk Eyang di sebelah nya".. 😒sungguh ini buat terharu sampai meninggal pun kuburnya Eyang ingin selaluuu dekat dengan Ainun Permata hatinya cinta sejatinya..
Kini Eyang telah tenang disana kembali dalam pelukan sang Pencipta juga telah dipertemukan kembali dengan cinta sejatinya..
Selamat jalan Eyang Habibie.. Indonesia menangis atas kepergianmu namun percayalah karya-karya mu tetap terkenang.. Mimpi-mimpi mu akan  kami wujudkan dengan cara kami dan sesuai dengan bakat kami masing-masing..
Kami akan bersungguh sungguh dalam menggapai cita agar kelak bisa mengikuti jejakmu menjadi pribadi baik pintar dan tetap luhur dan balutan IMTAK an IPTEK..
Semoga kelak akan lahir Habibie-habibie seperti mu cerdas dan dapat mengharukan nama bangsa dan negara..
Terimakasih Eyang.. Love you forever πŸ’

Kamis, 12 September 2019

Implementasi PPK di Sekolah

Kegiatan Harian Berbasis Kurikulum 2013
                                                    di SDIT TOP KIDS

Ayah bunda Saat ini kurikulum 2013 menjadi pokok pembicaraan di kalangan dunia Pendidikan .Hal ini sesuai dengan amanat dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah bapak Hamid Muhammad.beliau menyampaikan bahwa inti dari kurikulum 2013 adalah Penguatan Pendidikan Karakter(PPK),Penguatan Literasi dan Pembelajaran abad 21 yang sangat cocok dilaksanakan /diterapkan di dunia pendidikan
Adapun 5 nilai yang menjadi focus dalam PPK yaitu Nasionalis,Integritas.mandiri ,gotong royong dan relegius.
Maksud dari Nasionalis yaitu Cinta tanah Air salah satunya yang telah rutin kita laksanakan di sekolah kita dengan mengadakan upacara bendera ,memperingati hari-hari besar nasional dll
Sedangkan bentuk nilai dari Integritas yaitu kejujuran,keteladanan kesantunan dan cinta kepada kebenaran .pembiasaan penyambutan oleh ms and mr yang ada di sekolah kami SDIT TOP KIDS pada saat kedatagan atau pun kepulangan anak2 dibiasakan menyapa dengan salam dan salim
Lanjut bunda..sedangkan nilai sikap  dari kemandirian meliputi kerja keras disiplin ,kreatif dan berani. Wujud pembiasaan dari sikap mandiri mengikuti kegiatan keperamukaan ,kegiatan eskul dan ikut serta dalam berbagai even atau lomba.
Alhamdulillah beberapa siswa SDIT TOP KIDS berhasil meraih juara akademik maupun non akademik.
Selanjutnya sikap gotong royong seperti,kerjasama,solidaritas ,saling tolong rmenolong dan kerjasama .
Ayah bunda di sekolah kami SDIT TOP KIDS bentuk dari kerjasama atau saling tolong menolong sering diadakannya berbagi sembako untuk masyarakat kurang mampu yang ada di sekitar lingkungan sekolah,
Sedangkan untuk Religius sekolah kami membiasakan anak untuk sholat wajib dan dhuha berjamaah.
Kami juga memiliki program unggulan salah satunya Tahfid pagi  dan Tahsin yaitu kegiatan menghafal al Quran dengan metode menyenagkan..juga Fun english..
Nah…mari gabung disekolah kami karena kami siap menjadi fasilitator untuk putra putri ayah bunda.
 Implementasi pembelajaran k13 menuntut untuk mengajarkan pada siswa dengan pendekatan Saintifik yang meliputi : kegiatan Mengamati,menanya,mengumpulkan informasi dan mengkomunikasikan .Hal ini juga didukung oleh teori Piagent yang mengatakan bahwa “anak usia awal yakni 2 sampai 12 tahun,mereka harus diajarkan dengan sesuatu yang kongkrit dan cara mengajarkannya dengan contoh eksperimen.

           Semua yang saya paparkan diatas hanyalah sekelumit dari banyaknya contoh lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu...semoga bisa memberikan sedikit pengetahuan tentang contoh PPK dilingkungan Sekolah..
#mswayansinau

 

Kamis, 29 Agustus 2019

Asyiknya Bermain Games Edukasi Karya Sendiri


Asyiknya Bermain Games Edukasi Hasil Karya Sendiri
Nobar#Temu Pendidik Sekolah#Komunitas Guru Belajar Banyumas


Belakangan ini games menjadi primadona dikalangan anak-anak dan juga orang dewasa. Bahkan tidak sedikit dari mereka kecanduan dengan aplikasi tersebut. Kecanduan ini disebabkan banyak hal, salah satu diantaranya adalah kemudahan memainkan games tersebut. Pengguna bisa memakai Smartphone untuk memainkan games atau gawai lain yang dimiliki. Belum lagi semakin murahnya biaya internet atau sewa warnet yang begitu mudah. Hal ini menjadi alasan keresahan orang tua sekaligus ‘tantangan’ bagi para pendidik sebagai patner dalam mendidik anak-anak.
Bermain adalah fitrah bagi manusia. Dari usia anak-anak sampai dengan orang tua banyak dari kita yang tidak lepas dari permainan. Bahkan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia menyatakan bahwa sekolah itu adalah sebuah ‘taman’. Di taman inilah seorang guru mendidik anak dalam suasana yang menyenangkan. Taman Belajar harus didesain sebagai sebuah tempat bermain yang menyenangkan. Sekolah bukanlah sebuah tempat yang kaku untuk belajar. Oleh karena itu seorang guru harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan membuat siswa merasa senang. Salah satunya adalah dengan mendesain sebuah permainan dalam pembelajaran.
Hari Sabtu tanggal 29 Juni 2019 KGB Banyumas mengadakan Nobar sekaligus Diskusi di Kampus 2 SDIT TOP Kids dengan mengambil tema ‘Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran’. Tema ini diangkat karena masih banyak guru yang anti terhadap pemanfaatan teknologi. Padahal hampir semua guru sudah banyak memanfaatkan kemajuan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi dalam proses belajar mengajar, mereka masih belum bisa memanfaatkan secara maksimal. Diskusi ini harapanya bisa membuat anggota KGB Banyumas untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
Sesi pertama adalah acara nonton bareng video Merdeka Belajar dari Najeela Shihab dan penyampaian materi oleh saya Wayan Hairunnaimah. Masih banyaknya guru yang terbelenggu dengan aturan dan kurikulum di sekolah seringkali membuat guru kaku dalam mengajar. Kurikulum yang bersifat sentralistik dari pusat ke bawah menjadikan tidak sesuai dengan kondisi sekolah. Guru dalam keadaan ini terbawa aturan dengan mengenyampingkan kebutuhan siswa. Yang lebih parah adalah kondisi dimana guru tidak lagi peduli dengan keinginan dan cara belajar siswa karena lebih mementingkan ketercapaian kurikulum.
Setelah sesi diskusi pandangan peserta KGB Banyumas mulai terbuka dengan berbagai refleksi yang disampaikan teman-teman guru di Banyumas. Banyak diantara teman guru yang baru meyadari adanya miskonsepsi tentang mendidik. Miskonsepsi inilah yang kemudian menjadi bahan diskusi seru bagi teman-teman guru semua setelah menyimak video dari Najeela Shihab. Sangat penting bagi guru untuk lebih merdeka dalam melakukan pengajaran dan mendidik siswa. Guru harus mampu menempatkan diri pada posisi yang tepat dalam pembelajaran, bahkan tidak sampai disitu guru harus menyesuaikan diri dengan ‘keinginan’ siswa dalam pembelajaran. Ketika kedua hal ini terpenuhi maka disinilah makna Merdeka Belajar yang sesungguhnya.
Sesi kedua dari narasumber Bapak Waryanto menyampaikan materi tentang cara membuat games edukasi. Games edukasi dibuat guru untuk menandingi peredaran game yang ada. Guru dituntut untuk bisa membuat secara mandiri. Ada begitu banyak tools yang bisa dipakai oleh guru untuk menciptakan games edukasi. Secara umum ada dua macam games yang bisa dibuat dan dimainkan oleh guru dan siswa di sekolah. Ada games yang bisa dimainkan secara offline dan ada juga online. Kelebihan games offline adalah dapat dimainkan oleh siswa tanpa membutuhkan biaya internet. Sedangkan games online kelebihanya adalah bisa dimainkan secara kolaboratif dan biasanya lebih asyik dan interaktif, meskipun membutuhkan biaya lebih.
Guru bisa memanfaatkan banyak aplikasi yang sudah dimiliki untuk membuat games. Bahkan aplikasi Microsoft Office yang setiap hari digunakan untuk kegiatan kantoran, bisa juga untuk membuat games yang menarik. Dalam hal ini narasumber memberikan contoh membuat games dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Aplikasi ini bisa power full ketika guru dapat memanfaatkan dengan baik.
Ada juga games yang dibuat dan dimanfaatkan secara online. Narasumber mencontohkan membuat games puzzle. Game ini dapat dibuat oleh guru dengan memanfaatkan aplikasi online di https://appsgeyser.com yang dapat diperoleh secara gratis. Untuk usia SD level bawah dapat memanfaatkan games puzzle ini dengan membuat gambar-gambar yang cocok untuk pembelajaran. Sedangkan untuk level yang lebih tinggi, Guru dapat memodifikasi gambar berupa pertanyaan dan jawaban yang nantinya bisa disusun oleh siswa.
Pada sesi ini para peserta KGB diminta untuk langsung mempraktekannya di laptop atau handphone masing-masing. Tujuanya agar setiap peserta KGB bisa membuat games sendiri. Hal ini tentu akan menjadi kebanggan dan rasa puas bisa menciptakan games sendiri sesuai dengan materi pembelajaran. Terobosan baru ini tentu sangat menyenangkan bagi anak-anak dan menumbuhkan perasaan bangga dalam diri mereka karena games yang dimainkan hasil karya sendiri.
Kemampuan membuat games secara mandiri merupakan salah satu dari  ciri guru Merdeka belajar yang terdiri dari komitmen pada tujuan, mandiri terhadap cara belajar dan melakukan refleksi disetiap akhir pembelajaran.  Setiap guru bisa menetukan tujuan yang ingin dicapai dan fokus pada tujuannya sekaligus bisa mengajak anak-anak  untuk berkarya dalam proses  membuat projek mandiri yang bisa dilakukan di sekolah maupun dirumah, hal ini bisa melatih anak-anak untuk  komitmen dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya.
Mengutip kembali yang disampaikan oleh narasumber bahwa banyaknya stigma negatif terhadap penggunaan smartphone disekolah, sebagian guru masih menganggap bahwa smartphone adalah “musuh” sehingga munculah larangan membawa smartphone ke sekolah. Sekolah sepertinya ingin melepaskan diri dari tanggung jawab menggunakan smartphone. Dilain sisi orang tua begitu mudahnya memberikan fasilitas smartphone kepada anak. Sebenarnya bukan tanpa alasan, orang tua tentu lebih dimudahkan ketika anak mereka dibekali smartphone. Ada yang hanya menggunakan untuk kepentingan dasar yaitu komunikasi. Tapi banyak pula yang tidak hanya sekedar untuk berkomunikasi. Pendidikan itu tanggung jawab bersama ketika orang tua mengharuskan membawa smartphone meskipun hanya untuk berkomunikasi. Dan sementara itu sekolah melarang anak membawa smartphone ke sekolah, maka ini tentu tidak akan sinkron.
Kita menyadari bahwa Smartphone memang banyak sisi negatifnya tetapi bukan berarti bahwa smartphone tidak bisa memberikan kontribusi positif terhadap pendidikan. Hal ini sangat tergantung dengan kita sebagai orang tua dan guru dalam hal mendidik.
Pakwaronline.com juga menyampaikan bahwa banyak peluang pembelajaran yang menarik berbantuan games edukatif dan membuatnya pun cukup dalam hitungan menit. Pesan terahir yang disampaikan bahwa “Musuh terbesar kita bukan smartphone. Musuh kita adalah kemalasan dalam membuat pembelajaran yang menarik.”

Temu Pendidik Sekolah # Komunitas Guru Belajar Banyumas
Kampus 2 SDIT TOP Kids Jln.Kridamandala Sokaraja tengah Banyumas Jawa tengah
Korespondensi : Wayan Hairunnaimah ( SDIT TOP Kids )

Rabu, 14 Agustus 2019

Mendidik anak Sesuai tuntunan Rasulullah

    Tuntunan  mendidik anak sesuai ajaran Baginda Rasulullah SAW.
1) Usia anak-anak 0–6 tahun.
πŸ‘‰Pada masa ini, Rasulullah s.a.w menyuruh kita untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang yg tidak berbatas. Berikan kasih sayang tanpaembedakan anak bungsu maupun anak sulung,jangan memukul walaupun atas dasar untuk mendidik.
Sehingga,anak-anak merasa kita adalah bagian dari mereka dimasa depan
2) Usia anak-anak 7–14 tahun.
πŸ‘‰ Pada tahap ini kita mula menanamkan nilai DISIPLIN dan TANGUNGJAWAB kepada anak-anak.
Menurut hadits Abu Daud, “Perintahlah anak-anak kamu supaya mendirikan shalat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika berumur sepuluh tahun dan asingkanlah tempat tidur di antara mereka (lelaki dan perempuan).
3) Usia anak-anak 15- 21 tahun.
πŸ‘‰Inilah fasa remaja yang penuh sikap memberontak. Pada tahap ini, ibu bapak sebaiknya mendekati anak-anak sebagai TEMAN bagi mereka. Banyaklah berbincang dengan mereka tentang masalah yang mereka hadapi. Bagi anak remaja perempuan, berbincanglah  dengan mereka tentang haid’ mereka dan perasaan mereka ketika itu. Jadilah pendengar yang setia bagi mereka
4) Usia  anak 21 tahun dan ke atas.
πŸ‘‰Fase ini adalah masa ibu bapak untuk memberikan sepenuh KEPERCAYAAN kepada anak-anak dengan memberi KEBEBASAN dalam membuat keputusan mereka sendiri. Ibu bapak hanya perlu pantau, menasehati dengan diiringi doa agar setiap tindakan yang diambil mereka adalah betul.
  Ini adalah sekelumit dari banyaknya tauladan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW..
Barangsiapa yang mengikuti sunahKu maka ia termasuk dari golonganku " Itu adalah salah satu sabda yang pernah disampaikan oleh beliau.
Saya meyakini betul bahwa tiap apa-apa yang diajarkan oleh beliau pasti didalamnya mengandung kebaikan. .and then.. Yuuk diterapkan dari sekarang πŸ’ͺπŸ™

Senin, 11 Maret 2019

pendidikan karakter



Amanah Pendidikan Karakter Bangsa di Sekolah melalui Pembiasaan

Assalamualikum ayah Bunda..

Seringkali kita mendengar ungkapan “Ala bisa karena Biasa” yang kurang lebih memiliki arti suatu tindakan akan teraplikasi dengan baik ketika tindakan itu dijadikan suatu kebiasaan .tentu saja pembiasaan yang baik dengan tuntunan yang baik akan melahirkan kebiasaan yang baik pula.
Kini telah hadir sekolah yang memiliki visi “Sekolah yang Berwawasan Islami yang menjadi Inspirasi dalam Sistem Pendidikan Berkualitas” telah menjawab harapan para orang tua dalam mengantarkan Putra putri tercinta menjadi Siswa yang berahlakul karimah dengan berbekal wawasan keagamaan, mampu dalam berbahasa inggris dan siap dengan kemajuan IPTEK .
SDIT TOP KIDS ,Sebuah sekolah Dasar yang  memadukan  berbagai konsep dalam pembelajaran.kami sangat mendukung program pemerintah menerapkan Kurikulum 2013 wajib dilaksanakan di sekolah karena kurikulum 2013 menjawab berbagai permasalahan pengembangan karakter dengan menempatkan karakter sebagai salah satu tujuan utama Pendidikan.
Karakter akan terbentuk melalui pembiasaan yang baik, Pendidikan karakter sikap kami awali dengan membiasakan menyambut  kehadiran siswa siswi membiasakan senyum sapa salam untuk meumbuhkan kedekatan diantara siswa dan guru   dan kami lanjutkan dengan murojaah pagi yang akan diampu oleh guru-guru tahfidz dengan harapan melalui kemampuan menghafal anak-anak akan tumbuh kecintaan terhadap Al Quran lalu kami lanjutkan dengan sholat duha berjamaah.
 Pembiasakan menghafal dan sholat berjamaah wajib  sejak dini akan membentuk karakter anak tentang riligiusnya sehingga dengan sendirinya kewajiban itu akan dilaksanakan tanpa paksaan.Bukan hanya itu saja pembiasaan lainnya seperti menyetor password saat hendak makan juga telah menjadi kebiasaan di sekolah kami..
Jadi ayah bunda tidak perlu ragu lagi mari daftarkan putra putrinya untuk bergabung di sekolah kami SDIT TOP KIDS,,

Para Pendidik Siap menyambut kedataangan siswa-siswi SDIT TOP KIDS bersalaman sesuai syari.
Pembiasaan sholat berjamaah
Pagi -pagi anak sudah dibiasakan untuk morojaah dan menghafal Al Quran kegiatan ini kami namai dengan Tahfid pagi Ceria .
Sebelum makan siang anak-anak menyetor password berupa hafalan yang tadi pagi dihafalkan pada saat tahfidz.